Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan warga, khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL), dalam pelaksanaan kebijakan pemanfaatan ruang di Kawasan Stadion Betoambari Kota Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dari unsur PKL dan pihak terkait yang memahami pelaksanaan kebijakan tata ruang di kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan PKL terhadap kebijakan pemanfaatan ruang masih tergolong rendah, yang ditandai dengan dominannya aktivitas berdagang pada ruang publik yang tidak sesuai peruntukannya, seperti jalur pejalan kaki, bahu jalan, dan area sekitar pintu utama stadion. Aktivitas PKL yang bersifat menetap dan didukung oleh fasilitas berdagang yang relatif lengkap menunjukkan adanya pergeseran fungsi ruang publik menjadi ruang ekonomi informal yang relatif permanen. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi masyarakat, tingginya intensitas aktivitas kawasan stadion, serta lemahnya pengawasan dan implementasi kebijakan tata ruang. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan penataan ruang yang lebih terintegrasi dan partisipatif guna meningkatkan kepatuhan PKL sekaligus menjaga fungsi ruang publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025