Popularitas platform Webtoon di Indonesia, khususnya pada genre aksi-fantasi seperti Eleceed, belum sepenuhnya diikuti oleh kajian empiris mengenai penerimaan audiens terhadap elemen visual, terutama metafora visual dalam narasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna audiens terhadap metafora visual menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis resepsi Stuart Hall. Data penelitian berupa panel episode 305, 161, dan 350 yang dipilih secara purposif berdasarkan representasi tiga bentuk metafora visual, yaitu juxtaposisi, penggantian, dan fusi. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap tiga mahasiswa dengan teknik Apropriasi Minus One untuk memisahkan unsur gambar dan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mampu memahami makna dominan yang dikodekan kreator, tetapi menunjukkan posisi penerimaan yang berbeda, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi, dipengaruhi oleh latar belakang kognitif serta preferensi genre.
Copyrights © 2026