Komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui interaksi antara guru dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi guru dalam membentuk karakter siswa melalui pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di UPT SMP Negeri 2 Pinrang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta mengacu pada teori kepercayaan, nilai, dan belajar sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan komunikasi dua arah secara efektif, memadukan bahasa Indonesia untuk pemahaman dan bahasa daerah untuk kedekatan emosional. P5 dilaksanakan dengan baik melalui lima tema utama, dan berkontribusi pada pembentukan karakter, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab siswa. Komunikasi interpersonal yang terbuka dan efektif antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan program ini. Adapun tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan teknis bagi guru serta keterbatasan literasi digital, khususnya di kalangan guru senior.
Copyrights © 2026