Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi promosi yang diterapkan oleh Dispopar dalam mempertahankan budaya lokal melalui Festival Adat Massenrempulu di Enrekang. Fokus penelitian ini juga mengeksplorasi bentuk media promosi yang digunakan Dispopar untuk mempromosikan festival di masyarakat enrekang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari observasi, wawancara dengan informan yang dipilih secara purposive, dan dokumentasi. Penelitian ini membahas Teori Model AIDA dan Teori Komunikasi Pemasaran Terpadu. Model AIDA menjelaskan tahapan konsumen dari perhatian hingga pembelian, sedangkan Teori Terpadu menekankan integrasi saluran komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi Dispopar melibatkan kegiatan interaktif, insentif untuk Masyarakat. Dispopar memanfaatkan media sosial, terutama Instagram, untuk menjangkau generasi muda, serta melakukan sosialisasi langsung dan pemasangan spanduk di tempat umum. Temuan ini menekankan pentingnya strategi promosi yang komprehensif dan inklusif untuk mendukung pelestarian budaya lokal di Enrekang, serta meningkatkan kesadaran dan pastisipasi masyarakat akan nilai-nilai budaya mereka.
Copyrights © 2026