Perencanaan pensiun yang terstruktur dan komprehensif merupakan kebutuhan penting bagi setiap individu yang bekerja guna menjamin kesejahteraan di masa tua. Semakin baik kualitas perencanaan yang dilakukan, semakin besar peluang tercapainya keamanan finansial pasca-kerja. Salah satu bentuk perencanaan tersebut adalah program pendanaan pensiun, di mana sebagian penghasilan karyawan dialokasikan selama masa kerja dalam bentuk iuran normal. Penelitian ini membahas perhitungan iuran normal menggunakan dua metode aktuaria, yaitu Attained Age Normal dan Frozen Initial Liability. Metode Attained Age Normal menghitung iuran berdasarkan usia peserta pada saat perhitungan, bukan pada saat pertama kali bergabung dalam program. Sementara itu, metode Frozen Initial Liability mengelompokkan peserta dan menetapkan iuran yang seragam di dalam kelompok, meskipun manfaat pensiun yang diterima dapat bervariasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan peserta yang pensiun atau keluar dari kelompok berdampak pada penurunan total iuran normal dalam metode Attained Age Normal dan Frozen Initial Liability, serta peningkatan iuran per peserta pada metode Attained Age Normal, dan penurunan iuran per peserta pada metode Frozen Initial Liability.
Copyrights © 2026