Balita dengan status gizi underweight masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di tingkat pelayanan primer seperti puskesmas. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu intervensi strategis untuk memperbaiki status gizi balita secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program PMT lokal selama 28 hari terhadap perubahan status gizi balita underweight berdasarkan Z-score BB/U. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pretest-posttest. Sampel sebanyak 59 balita underweight usia 6 – 59 bulan yang terdaftar di puskesmas dengan intervensi berupa pemberian PMT lokal selama 28 hari. Data status gizi diukur menggunakan Z-score berat badan terhadap umur (BB/U) sebelum dan setelah intervensi. Rata-rata Z-score BB/U sebelum intervensi adalah 8,98 ± 1,48 kg dan setelah intervensi meningkat menjadi 9,74 ± 1,55. Terdapat peningkatan signifikan status gizi setelah pemberian PMT lokal (p = 0,007). Program PMT lokal selama 28 hari efektif dalam meningkatkan status gizi balita underweight. Intervensi ini dapat dijadikan strategi berbasis komunitas yang berkelanjutan di puskesma yang efektif dalam perbaikan status gizi balita dengan kriteria berat badan kurang berdasarkan kriteria Z-score dengan dengan berat badan terhadap umur.
Copyrights © 2026