Latar belakang: Nyeri dada merupakan keluhan yang sering ditemukan di layanan kesehatan primer dengan spektrum etiologi yang luas dan potensi keterlibatan kondisi kardiovaskular. Informasi mengenai karakteristik pasien nyeri dada di fasilitas layanan primer pedesaan masih terbatas, padahal data tersebut diperlukan untuk menggambarkan pola kasus yang ditangani dalam praktik pelayanan rutin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik demografi dan klinis pasien dengan keluhan nyeri dada di puskesmas pedesaan selama tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder dari rekam medis elektronik. Seluruh pasien dengan diagnosis nyeri dada berdasarkan kode ICD-10 (I20.x dan R07.x) selama periode Januari–Desember 2025 diikutsertakan melalui metode total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, tekanan darah, faktor risiko perilaku, diagnosis klinis, serta penatalaksanaan awal. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 19 pasien dianalisis dengan rerata usia 52,1 ± 18,6 tahun dan median 54,9 tahun (rentang 19,5–90,5 tahun), dengan 78,9% berusia ≥40 tahun. Distribusi jenis kelamin relatif seimbang antara laki-laki (52,6%) dan perempuan (47,4%). Sebagian besar pasien memiliki status gizi normal (68,4%) dan tekanan darah dalam batas normal (73,7%), sedangkan 21,1% termasuk kategori prehipertensi. Faktor risiko perilaku tidak tercatat dalam rekam medis. Sebagian besar diagnosis merupakan kondisi kardiak, yaitu angina pectoris atau unstable angina (63,2%), sedangkan 36,8% merupakan nyeri dada non-spesifik. Kesimpulan: Profil pasien nyeri dada di puskesmas pedesaan tahun 2025 didominasi oleh kelompok usia ≥40 tahun dengan proporsi diagnosis kardiak yang cukup besar. Temuan ini mencerminkan karakteristik kasus yang ditangani berdasarkan data pelayanan rutin di satu fasilitas layanan kesehatan primer. Interpretasi hasil perlu mempertimbangkan keterbatasan jumlah sampel, penggunaan data sekunder rekam medis, dan pelaksanaan penelitian pada satu fasilitas. Penelitian dengan cakupan yang lebih luas diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026