Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan makna gramatikal yang terdapat dalam cerpen Keluarga Kudus karya Sunlie Thomas Alexander. Kajian ini penting dilakukan untuk mengungkap bagaimana struktur bahasa digunakan sebagai saranan estetis dalam membangun cerita sastra. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif. Data bersumber dari cerpen tersebut yang diakses melalui Kompas atau Ruang Sastra. Pengumpulan data digunakan Teknik simak-catat, yaitu membaca, mengamati, kemudian mencatat hasil penelitian dengan mengelompokkan berdasarkan makna gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, dan kompossisi. Penelitian menunjukkan hasil bahwa dalam cerpen Keluarga Kudus ditemukan 293 data makna gramatikal. Terdapat 174 data makna afiksasi, 32 data reduplikasi, dan 87 data komposisi. Afiksasi merupakan bentuk yang paling dominan. Ketiga bentuk tersebut tidak hanya membentuk makna kebahasaan, tetapi juga mendukung penggambaran tokoh, konflik, latar sosial, dan nilai-nilai keagamaan dalam cerita. Penguasaan bentuk gramatikal oleh pengarang sangat penting dalam memperkuat penyampaian pesan sebuah karya sastra. Penelitian ini diharapkan dapat berfaedah dan memperkaya kajian semantik, khususnya makna gramatikal pada karya sastra, serta dapat menjadi referensi bagi penelitian dan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Copyrights © 2026