Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sering kali menghadapkan pembelajar pada kekayaan unsur serapan dalam bahasa Indonesia, khususnya yang berasal dari bahasa Mandarin dan dialek Tionghoa (seperti Hokkien, Hakka, dan Kantonis). Artikel penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemakaian kosakata serapan tersebut dalam materi dan proses pembelajaran BIPA, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis teks dan lembar observasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata serapan dialek Tionghoa (seperti kosa kata kuliner dan sosial-budaya) serta bahasa Mandarin modern memegang peranan penting dalam membangun pemahaman lintas budaya (cross-cultural understanding) bagi pembelajar BIPA, terutama yang berasal dari kawasan Asia Timur.
Copyrights © 2026