Abstrak. Kecerdasan buatan dan budaya komunikasi digital yang serba instan mendorong perubahan dalam praktik literasi sekaligus memunculkan tantangan terhadap otentisitas proses berpikir dan pembentukan makna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan komunikasi melalui aktivitas menulis kolektif di Komunitas Nyarita Bandung dengan menggunakan perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis kolektif dimakna sebagai praktik komunikasi yang memungkinkan terbentuknya makna melalui proses intersubjektivitas. Komunitas tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengembangan literasi tetapi juga sebagai ruang komunikasi yang mendukung refleksi diri, dialog, negosiasi makna, serta pembentukan identitas komunikasi anggotanya. Pengalaman komunikasi yang berlangsung secara partisipatif mendorong anggota untuk bertransformasi dari penikmat karya menjadi produsen makna melalui keberanian mengekspresikan pengalaman hidup dan membangun pemahaman bersama. Abstract. The rapid adcancement of Artificial Intelligence (AI) and the prevalence of an increasingly instantaneous digital communication culture have transformed literacy practices while raising concerns about the authenticity of reflective thinking and menaning making processes. This study aims to explore the meaning of communication through collective writing activities within Nyarita Community from the perspective of Alfred Schutz’s phenomonology. Employing quaiitative metodh and phenomenological approach. The finding revelas that collective writing is perceived as a communicative practice through which meaning is constructed via intersubjective processes. The community functions not only as a space for developing literacy skills but also as a communicative environment that fosters self-reflection, dialogue, meaning negotiation, and the construction of members' communicative identities. Participatory communication experiences encourage members to transform from consumers of literary works into producers of meaning by developing the confidence to articulate their lived experiences and construct shared understandings.
Copyrights © 2026