Jurnal Riset Manajemen Komunikasi
Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)

Strategic Ambiguity pada Narasi Krisis Energi Kementerian ESDM di Tengah Konflik Global

Ascharisa Mettasatya Afrilia (Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tidar)
Wahyu Eka Putri (Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tidar)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertolak dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya distribusi energi, khususnya akibat penutupan Selat Penelitian ini bertolak dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya distribusi energi, khususnya akibat penutupan Selat Hormuz. Dalam situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengelola sektor energi, tetapi juga berperan dalam membangun komunikasi publik terkait kondisi ketahanan pasokan energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi narasi komunikasi Government Public Relations (GPR) Kementerian ESDM pada isu pasokan energi di tengah ketidakpastian global yang memuat unsur ambiguitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Qualitative Content Analysis (QCA) dengan unit analisis berupa delapan artikel press release yang dipublikasikan melalui kanal resmi Kementerian ESDM. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori strategic ambiguity dari Capellaro & Compagni untuk memetakan bentuk-bentuk strategi ambiguitas, serta perspektif Eisenberg yang menekankan fungsi ambiguitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi GPR Kementerian ESDM mengandung berbagai bentuk ambiguitas strategis, seperti ambiguitas konseptual, retoris, dan naratif. Terdapat penggunaan kata evaluatif yang tidak spesifik (misalnya kata “aman” dan “stabil”), ketidakjelasan waktu, serta tidak adanya indikator kuantitatif yang jelas. Ambiguitas tersebut berfungsi untuk mengakomodasi berbagai interpretasi publik, meredam potensi kepanikan, serta mempertahankan ruang bagi ESDM dalam menentukan kebijakan dalam situasi krisis. Abstract. This study is grounded in the geopolitical conflict between the United States and Iran, which has disrupted global energy distribution, particularly due to the closure of the Strait of Hormuz. In this context, Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) not only manages the energy sector but also communicates public information on national energy supply security. The study aims to explore the practice of strategic ambiguity in the Government Public Relations (GPR) communication of the Ministry of ESDM concerning energy supply issues amid global uncertainty. A qualitative approach is employed using Qualitative Content Analysis (QCA), with the unit of analysis consisting of eight press release articles published through the Ministry’s official communication channels. The analysis is guided by the concept of strategic ambiguity developed by Capellaro and Compagni and Eisenberg’s perspective. The findings reveal that the Ministry’s GPR narratives contain conceptual, rhetorical, and narrative forms of strategic ambiguity. These appear through the use of broad evaluative expressions, temporal vagueness, and the absence of clear quantitative indicators. Such ambiguity functions to accommodate multiple public interpretations, reduce potential panic, and preserve policy flexibility during crisis situations.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JRMK

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian manajemen komunikasi. JRMK ini dipublikasikan pertamanya 2021 ...