Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap yang melimpah di Selat Bali dan berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat diterapkan pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah teknologi presto (pressure cooking). Penelitian ini bertujuan menduga umur simpan ikan lemuru presto pada berbagai suhu penyimpanan dan teknik pengemasan berdasarkan parameter organoleptik dan pH. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan berupa dua suhu penyimpanan, yaitu suhu dingin (2–4 °C) dan suhu ruang (27–31 °C), serta tiga teknik pengemasan, yaitu vakum, nonvakum, dan tanpa kemasan. Pengamatan dilakukan setiap hari terhadap parameter organoleptik yang meliputi kenampakan, bau, rasa, tekstur, pertumbuhan kapang, serta nilai pH hingga produk tidak memenuhi batas penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu dingin mampu mempertahankan mutu organoleptik lebih lama dibandingkan suhu ruang, sedangkan penggunaan kemasan vakum memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan kemasan nonvakum dan tanpa kemasan. Nilai pH produk selama penyimpanan berada pada kisaran 5,8–7,0 dengan fluktuasi yang relatif kecil. Berdasarkan parameter organoleptik, umur simpan ikan lemuru presto yang direkomendasikan adalah sekitar 30 hari pada penyimpanan suhu dingin (2–4 °C) menggunakan kemasan vakum, sedangkan pada penyimpanan suhu ruang penggunaan kemasan vakum direkomendasikan hingga 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi presto berpotensi menjadi alternatif pengolahan ikan lemuru yang sederhana, ekonomis, dan mampu meningkatkan nilai tambah produk bagi UMKM.
Copyrights © 2026