Perempuan berisiko mengalami beragam masalah kesehatan seiring dengan pertambahan usia, diantaranya berupa kelainan pada payudara. Kelainan pada payudara dapat berupa lesi jinak seperti fibroadenoma, mastitis, dan berbagai kelainan jinak lainnya, serta dapat berupa lesi ganas yaitu kanker payudara. Kanker payudara menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak yang dialami oleh perempuan di Indonesia, yaitu sebanyak 93.236 kasus (34,4%). Pemerintah berupaya untuk mencegah dan mengendalikan kanker payudara melalui pemeriksaan dini, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Namun, berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya didapatkan bahwa pemahaman dan pengetahuan perempuan mengenai pemeriksaan tersebut masih tergolong rendah. Mayoritas penelitian sebelumnya juga hanya mengkaji populasi tertentu dengan karakteristik yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan tentang SADARI pada perempuan dewasa di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banyumas serta mitra kerjanya. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional, dengan jumlah responden sebanyak 101 perempuan dewasa. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih responden pada penelitian ini. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas subjek penelitian berusia 41-65 tahun (dewasa madya), memiliki tingkat pendidikan terakhir S1, dan bekerja. Secara umum, pengetahuan mengenai SADARI mayoritas responden tergolong cukup yakni sebesar 69,3%. Dari aspek usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup.
Copyrights © 2026