Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan wirausaha di Pondok Pesantren Darul Ilmi Wal Amal (DIWA), dengan fokus pada tantangan, peluang, dan pola pembelajaran yang sedang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh dari transkrip wawancara semi-terstruktur dengan Ketua Yayasan DIWA. Data dianalisis melalui pembacaan berulang, pengodean tematik, kategorisasi, dan penarikan makna berdasarkan hubungan antara temuan lapangan dan literatur pendidikan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan wirausaha di DIWA terletak pada mindset santri yang masih dominan diarahkan pada pembelajaran agama, rendahnya kedisiplinan, serta keterbatasan kreativitas dan kemandirian. Peluang utama berasal dari sumber daya alam pesantren, seperti sumber air, pisang, tanaman rimpang, ikan, bebek, dan telur bebek, serta sumber daya manusia pengajar yang memiliki latar belakang pertanian. Pendidikan wirausaha di DIWA diterapkan melalui pola learning by doing, yaitu santri dikenalkan pada potensi lokal, dilibatkan dalam pengolahan produk, dimentori oleh guru, lalu diarahkan menuju kemandirian usaha. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki ruang strategis untuk mengintegrasikan pendidikan agama, life skill, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026