Implementasi cloud computing di institusi pendidikan tinggi menawarkan solusi strategis bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung siklus pengembangan aplikasi (build, test, deploy) yang menuntut sumber daya komputasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat strategis dan mengidentifikasi hambatan implementasi cloud computing dari perspektif mahasiswa sebagai pengguna teknis. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, penelitian ini menganalisis 20 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020–2025 dari basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan IEEE Xplore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model layanan IaaS dan PaaS merupakan layanan paling dominan dalam mendukung aktivitas teknis mahasiswa. Manfaat utama yang teridentifikasi secara konsisten meliputi peningkatan aksesibilitas ubiquitous (18 artikel), efisiensi kolaborasi tim real-time (15 artikel), dan skalabilitas sumber daya (12 artikel). Namun, optimalisasi adopsi masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur jaringan internet (13 artikel), kesenjangan literasi digital teknis (10 artikel), dan isu keamanan data (8 artikel). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun cloud mendemokratisasi akses infrastruktur, keberhasilannya sangat bergantung pada stabilitas koneksi lokal dan integrasi kurikulum literasi cloud yang lebih mendalam.
Copyrights © 2026