Latar Belakang: Gagal ginjal kronis merupakan penyakit kronis progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan berdampak signifikan terhadap aspek fisik, psikologis, sosial, serta kualitas hidup pasien. Ketergantungan pada terapi hemodialisis sering kali menimbulkan stres, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kesejahteraan, sehingga diperlukan dukungan psikososial yang berkelanjutan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang berperan dalam membantu pasien beradaptasi terhadap kondisi penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga yang meliputi dimensi emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di Poliklinik Hemodialisis RS Pelni Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 responden yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang diadopsi dari Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan instrumen kualitas hidup (Quality of Life). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga pada keempat dimensi dengan kualitas hidup pasien (p-value = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan dukungan keluarga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Perawat memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan dukungan keluarga melalui fasilitasi, supervisi, dan monitoring pemberdayaan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hemodialisis.
Copyrights © 2026