Pendahuluan: gangguan menstruasi merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah sedentary lifestyle, yaitu perilaku dengan tingkat aktivitas fisik rendah dan durasi duduk yang tinggi dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormonal yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Tujuan: menganalisis pengaruh sedentary lifestyle terhadap gangguan menstruasi pada wanita usia subur berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode: Penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah dari database nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, skrining judul dan abstrak, serta penilaian kelayakan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telahditetapkan. Hasil: Sebagian artikel menunjukkan adanya hubungan signifikanantara rendahnya aktivitas fisik atau tingginya perilaku sedentari dengan kejadian gangguan menstruasi, seperti siklus tidak teratur, dismenore, serta perubahan durasi dan volume menstruasi. Kesimpulan: Sedentary lifestyle berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan menstruasi pada wanita usia subur, sehingga diperlukan peningkatanaktivitas fisik secara teratur sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Copyrights © 2026