Di era desentralisasi fiskal Indonesia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Probolinggo menghadapi tantangan menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu dan akurat meskipun implementasi wajib SIPD dan kepatuhan terhadap SAP. Penelitian ini menguji pengaruh kompetensi sumber daya manusia, sistem informasi akuntansi (SIPD), dan kolaborasi terhadap kualitas informasi akuntansi. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpul melalui kuesioner skala Likert dari 77 responden di 87 OPD dengan teknik sampling jenuh. Analisis menggunakan SPSS 25 mencakup statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi SDM (β=0,298, p=0,000) dan kolaborasi (β=0,522, p=0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi, sementara SIPD tidak signifikan (β=-0,021, p=0,234). Secara simultan, ketiga faktor menjelaskan 61,7% varians (R²=0,617). Kesimpulan menekankan prioritas peningkatan kompetensi dan sinergi antar-OPD dibandingkan ketergantungan sistem untuk memperkuat akuntabilitas pelaporan keuangan.
Copyrights © 2026