Tingkat turnover karyawan yang tinggi dapat menghambat efektivitas pelayanan publik karena berdampak pada berkurangnya ketersediaan tenaga kerja dan menurunnya produktivitas organisasi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, khususnya pada Satuan Tugas Kebersihan yang mengalami kekurangan tenaga kerja dibandingkan kebutuhan ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, gaya kepemimpinan mikromanajemen, dan komunikasi organisasi terhadap turnover karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 960 karyawan aktif, dengan sampel sebanyak 91 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi beban kerja maka semakin besar kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Sebaliknya, gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif serta komunikasi yang baik mampu menurunkan keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap turnover dan mampu menjelaskan sebagian besar variasi yang terjadi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional, penguatan kualitas kepemimpinan, dan peningkatan komunikasi organisasi sebagai strategi untuk mengurangi turnover serta menjaga efektivitas pelayanan publik.
Copyrights © 2026