Penentuan harga pokok produksi yang akurat masih menjadi tantangan bagi banyak UMKM karena pencatatan biaya sering kali belum mencakup seluruh komponen produksi. Penelitian ini membandingkan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode perusahaan, Full Costing, dan Variable Costing pada UMKM N-She Cookies. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik, dan volume produksi produk onde-onde ceplus serta stik brokoli keju selama Oktober–Desember 2025. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan catatan biaya perusahaan, kemudian dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Full Costing menghasilkan harga pokok produksi tertinggi karena mengalokasikan seluruh biaya produksi, termasuk overhead tetap dan variabel. Sebaliknya, metode perusahaan cenderung menghasilkan perhitungan yang lebih rendah karena belum memasukkan seluruh unsur biaya secara sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Full Costing dapat meningkatkan akurasi penetapan harga jual, pengukuran laba, dan pengambilan keputusan biaya pada UMKM.
Copyrights © 2026