Praktik tax avoidance pada Badan Usaha Milik Negara menjadi isu penting karena berkaitan dengan kontribusi fiskal, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab publik. Penelitian ini menganalisis pengaruh financial distress, thin capitalization, dan profitabilitas terhadap tax avoidance pada BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2022–2024, dengan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan 29 perusahaan yang menghasilkan 87 observasi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan regresi data panel melalui EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh positif terhadap tax avoidance, yang mengindikasikan bahwa tekanan keuangan dapat meningkatkan insentif perusahaan untuk menekan beban pajak. Sebaliknya, thin capitalization dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. Temuan ini memperlihatkan bahwa kecenderungan penghindaran pajak pada BUMN dipengaruhi oleh struktur dan kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi regulator dan manajemen dalam memperkuat pengawasan pajak serta tata kelola keuangan BUMN.
Copyrights © 2026