Fenomena quiet quitting muncul sebagai respons psikologis karyawan terhadap lingkungan kerja, di mana individu memilih untuk membatasi kontribusi mereka hanya pada persyaratan minimum pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara burnout dan psychological safety terhadap kecenderungan quiet quitting pada karyawan generasi milenial. Melalui metode studi literatur, artikel ini menelaah sumber-sumber ilmiah dalam rentang waktu 2020 hingga 2025 untuk menangkap dinamika kerja pasca-pandemi. Hasil analisis menunjukkan bahwa akumulasi beban kerja yang memicu burnout menjadi pendorong utama karyawan melakukan penarikan diri secara emosional. Di sisi lain, kehadiran psychological safety di lingkungan organisasi terbukti mampu memitigasi dampak tersebut dengan memberikan ruang bagi karyawan untuk mengekspresikan kendala kerja tanpa rasa takut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan quiet quitting memerlukan pendekatan manajerial yang mengintegrasikan kesehatan mental dan keamanan psikologis sebagai bagian dari strategi retensi talenta milenial.
Copyrights © 2026