Pasar modal merupakan indikator penting dalam mencerminkan kondisi perekonomian, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai barometer utama kinerja pasar saham di Indonesia. Pada tahun 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan pasca lebaran yang ditandai dengan keluarnya dana asing sekitar Rp29 triliun serta meningkatnya aksi jual bersih investor asing. Kondisi ini memicu perilaku panic selling di kalangan investor, yaitu tindakan menjual saham secara cepat akibat kepanikan tanpa didasarkan pada analisis yang matang, sehingga memperkuat tekanan jual di pasar. Di sisi lain, arus modal asing memiliki peran besar dalam memengaruhi likuiditas dan volatilitas pasar serta mendorong investor domestik mengikuti arah pergerakan investor asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perdagangan saham saat penurunan IHSG tahun 2026 dengan fokus pada perilaku panic selling dan arus modal asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen/teks (content analysis). Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman mengenai perilaku investor dalam kondisi pasar tidak stabil serta menjadi referensi dalam pengambilan keputusan investasi
Copyrights © 2026