Penyakit metabolik kronis yang sering disertai komplikasi gagal ginjal adalah diabetes mellitus tipe 2. Terapi antidiabetik oral dengan gangguan fungsi ginjal memerlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas terapi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah pemberiam antidiabetik oral efektif menurunkan kadar glukosa darah dan kreatinin dengan gagal ginjal di RSUD X Kota Madiun. Metode penelitian adalah rancangan deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 40 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah terapi. Penelitian menunjukkan hasil rerata kadar gula darah pada terapi antidiabetik oral tunggal menurun dari 240,89 mg/dL menjadi 190,42 mg/dL, sedangkan pada terapi antidiabetik oral kombinasi menurun dari 245,25 mg/dL menjadi 200,12 mg/dL dengan nilai p0,001. Rata rata kadar kreatinin pada terapi tunggal menurun dari 2,31 mg/dL menjadi 2,03 mg/dL dan pada terapi kombinasi dari 2,38 mg/dL menjadi 1,77 mg/dL dengan nilai p0,05. Penelitian menunjukkan kesimpulan bahwa penggunaan antidiabetik oral secara tunggal atau kombinasi mampu menurunkan kadar gula darah dan kreatinin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan gagal ginjal, meskipun belum seluruh pasien mencapai target control glikemik yang optimal
Copyrights © 2026