Kinerja pegawai merupakan faktor krusial dalam keberhasilan organisasi pemerintahan, namun sering kali dipengaruhi oleh beban kerja berlebih dan kurangnya pelatihan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Work Load dan pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai melalui work stress sebagai variabel mediasi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Melawi. Penelitian menggunakan metode kausal kuantitatif dengan populasi seluruh pegawai berjumlah 95 orang yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Model berbasis Partial Least Square dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Load berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap work stress. Pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work stress. Work stress terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, work stress mampu memediasi hubungan Work Load dan pelatihan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja secara proporsional dan penyelenggaraan pelatihan kerja yang berkelanjutan sebagai upaya strategis dalam menurunkan stres kerja dan meningkatkan kinerja pegawai.
Copyrights © 2026