Akses listrik rumah tangga merupakan indikator penting pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan, tetapi peningkatan rasio elektrifikasi nasional belum sepenuhnya menghilangkan kesenjangan antarprovinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sisi penawaran ketenagalistrikan, meliputi listrik yang didistribusikan, listrik yang dibangkitkan, dan kapasitas terpasang, terhadap persentase rumah tangga yang terhubung dengan jaringan PLN pada tingkat provinsi selama 2011–2024. Data sekunder dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model two-way fixed effects. Hasil penelitian menunjukkan bahwa listrik yang didistribusikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap akses listrik rumah tangga, sedangkan listrik yang dibangkitkan dan kapasitas terpasang tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan volume pasokan listrik belum secara otomatis memperluas konektivitas rumah tangga, terutama ketika distribusi terkonsentrasi di wilayah dengan permintaan dan infrastruktur yang telah berkembang. Penelitian ini menegaskan bahwa pemerataan akses listrik memerlukan penguatan jaringan distribusi, perluasan konektivitas di wilayah tertinggal, dan kebijakan ketenagalistrikan yang lebih berbasis kesenjangan spasial.
Copyrights © 2026