Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya di sektor jasa konstruksi, masih menjadi persoalan mendasar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan pengabdian ini melaporkan pelaksanaan Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi bagi lulusan/calon lulusan program vokasi, yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bina Konstruksi Nusantara bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah 7 Jayapura dan SMK Amamapare Timika pada 29 Juni 2026. Uji kompetensi dilaksanakan untuk dua skema, yaitu Juru Gambar Pemula Konstruksi Jenjang 2 dengan 14 peserta dan Juru Ukur Konstruksi Jenjang 2 dengan 10 peserta, menggunakan metode observasi/praktik secara luring. Penulis berperan sebagai Administrasi Penunjang (onsite) yang bertugas mendukung kelancaran administrasi peserta, koordinasi dokumen asesmen, serta pendampingan teknis selama pelaksanaan uji di Tempat Uji Kompetensi (TUK). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan administratif, pelaksanaan uji kompetensi berbasis observasi/praktik, dan pelaporan hasil kepada Direktur LSP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dukungan administrasi yang tertata menjadi salah satu faktor penentu kelancaran proses asesmen, mempercepat alur dokumentasi peserta-asesor, dan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, lembaga sertifikasi profesi, dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan bersertifikat di wilayah Papua Tengah
Copyrights © 2026