ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia)
Vol. 8 No. 02 (2025): Arsip Kardiovaskular Indonesia

Pemantauan Pemantauan Hemodinamik Tindakan Percutaneous Coronary Intervention Pasien Penyakit Jantung Koroner

Pretty Indriani Saragih (Teknik Kardiovaskuler, Fakutas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Tangerang, Indonesia)
Yandi Ariffudin (RSUD Gunung Jati, Cirebon, Indonesia)
Nurhayati (Teknik Kardiovaskuler, Fakutas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Tangerang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Feb 2026

Abstract

Latar Belakang: salah satu jenis penyakit jantung yang paling berbahaya adalah penyakit jantung koroner. Kondisi ini disebabkan oleh aterosklerosis, yang dapat menyebabkan arteri koroner menyempit. Untuk melebarkan dan menyempit arteri koroner kanan dan kiri, prosedur perkutan koroner intervensi (PCI) dilakukan dengan menggunakan balon kecil untuk membuka kembali arteri yang tersumbat. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, perlu dilakukan pengawasan hemodinamik, yang mencakup elektrokardiogram, saturasi oksigen, tekanan darah, dan tekanan aorta. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus tentang pasien yang menderita penyakit jantung koroner yang dilakukan di RSD Gunung Jati, Cirebon. Data di ambil dari Rekam Medis Rumah Sakit. Hasil: pada kasus ini ditemukan perubahan EKG dan perubahan hemodinamik pada pressure aorta dan pada saat pemasangan stent timbul irama PVC dan RBBB. Kesimpulan: selama tindakan perkutan koroner (PCI), pemeriksaan hemodinamik penting dilakukan. Ini termasuk pengukuran tekanan darah, tekanan aorta, elektrokardiogram (EKG), dan saturasi oksigen

Copyrights © 2025