Arus digitalisasi yang kian deras menuntut satuan pendidikan untuk tidak sekadar melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya sebagai fondasi pengambilan keputusan yang berbasis data. Penelitian ini mengkaji secara kritis bagaimana Sistem Informasi Manajemen (SIM) diterapkan di empat SMA Negeri di Kota Ambon dan apa dampak riilnya terhadap kualitas pengelolaan sekolah. Dengan menggunakan metode studi kasus ganda berparadigma kualitatif, data digali melalui wawancara semi-terstruktur bersama 24 partisipan, observasi lapangan, dan telaah dokumen institusional. Riset ini menemukan tiga pola berbeda dalam proses adopsi SIM: sekolah yang telah berhasil mengintegrasikan SIM secara penuh ke dalam budaya kerja harian, sekolah yang berada dalam fase transisi, dan sekolah yang masih bergulat dengan resistensi internal. Pada sekolah dengan adopsi penuh, terbukti terjadi perbaikan nyata dalam akurasi pencatatan, responsivitas terhadap kebutuhan informasi, serta kepercayaan dari orang tua siswa. Riset ini menegaskan bahwa SIM bukan hanya soal perangkat lunak ia adalah persoalan kesiapan budaya organisasi sekolah untuk bertransformasi.
Copyrights © 2026