UMBARA Indonesian Journal of Anthropology
Vol 11, No 1 (2026)

PEREMPUAN, AWIG-AWIG, DAN KETIMPANGAN GENDER DI DUSUN WISATA ADAT SADE, LOMBOK

OKTAVIANI, BETY (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai hubungan yang terjalin antara awig-awig, pariwisata, dan posisi perempuan di Dusun Wisata Adat Sade, Lombok. Dengan menggunakan pendekatan etnografi feminis, penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai adat membentuk pembagian peran dan ruang bagi perempuan di tengah transformasi ekonomi akibat pariwisata. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan perempuan penenun dan pelaku pariwisata lokal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa awig-awig berperan sebagai sistem pengatur tubuh dan perilaku perempuan, yang dilegitimasi sebagai bentuk perlindungan moral namun juga membatasi agensi perempuan. Meskipun demikian, keterlibatan perempuan dalam kegiatan pariwisata membuka ruang ekonomi baru yang memungkinkan negosiasi terhadap struktur patriarki adat. Melalui kerangka gender order (Connell, 1987) dan ambiguous empowerment (Cole, 2018), artikel ini memperlihatkan bahwa posisi perempuan Sade bersifat ambivalen. Perempuan memperoleh kemandirian ekonomi tanpa sepenuhnya bebas dari kendali norma adat. Kajian ini memberikan kontribusi pada diskursus antropologi gender dan pariwisata dengan menyoroti bagaimana adat dan ekonomi wisata dapat saling menopang dalam membentuk tatanan gender lokal.Kata kunci: awig-awig, gender order, perempuan adat, pariwisata, etnografi.

Copyrights © 2026