Penelitian ini membahas pengawasan Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) pada BAZNAS Kabupaten Dharmasraya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengawasan program, meskipun mekanisme pemantauan telah dilakukan. Hal ini terlihat dari masih adanya penerima beasiswa yang tidak me-menuhi kewajiban sesuai Memorandum of Understanding (MoU), seperti tidak menyelesaikan hafalan juz ke-30, memperoleh IPK di bawah 3,00, tidak aktif kuliah, serta mengalami pemutusan beasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penetapan standar, evaluasi, dan tindakan perbaikan dalam pengawasan program SKSS. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan unsur pimpinan dan amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Dharmasraya, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen program, profil lembaga, dan data penerima beasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wa-wancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar program SKSS meliputi standar fisik, uang, dan intangible. Evaluasi dilakukan setiap semester melalui penyerahan nilai, setoran hafalan, pembinaan, dan pemantauan kelayakan penerima. Tindakan perbaikan dilakukan melalui pembinaan, nasihat, pemanggilan orang tua, dispensasi waktu, penun-daan bantuan, hingga pemutusan beasiswa. Pengawasan SKSS telah berjalan, tetapi belum optimal karena masih dominan dilakukan melalui grup WhatsApp dan belum didukung kerja sama formal dengan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026