Daun girang (Leea indica) merupakan tumbuhan yang hingga kini masih digunakan dalam seni pertunjukan Bali, khususnya tari Bali. Daun ini umumnya ditempatkan pada bagian telinga, rambut, dan gelungan (hiasan kepala) penari sebagai bagian dari busana tari. Meskipun telah menjadi bagian dari tradisi kepenarian Bali, kajian mengenai fungsi dan maknanya masih relatif terbatas. Melalui pendekatan kualitatif dan kajian pustaka, artikel ini mengkaji fungsi dan makna daun girang dalam tari Bali. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalan dengan informan, yang merupakan seorang budayawan, seniman, dan akademisi Bali, yakni I Gede Anom Ranuara, S.Pd., S.Sn., M.Si, M.Ag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun girang memiliki fungsi estetis sebagai pelengkap tata busana serta fungsi identitas budaya. Daun girang juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan kata girang yang dalam Bahasa Bali berarti senang atau gembira, yang melambangkan harapan akan semangat, keceriaan, dan rasa percaya diri penari, sehingga dapat tampil secara optimal. Keberlanjutan penggunaannya menunjukkan adanya proses transmisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Bali. ABSTRACT Leea indica (locally known as daun girang) is a plant commonly used in Balinese permorming arts, particularly in Balinese dance. It is typically placed on the ears, hair, and headdress (gelungan) as a part of the dancers costume. Although it has long been an integral part of the Balinese dance tradition, research on its functions and meanings is relatively limited. Through a qualitative approach and literature studies, this article axplores the functions and meanings of daun girang in Balinese dance. Data were collected through interviews, document reviews, and documentation. The primary data were obtained from an in-depth interview with Balinese cultural figure, artist, and academic I Gede Anom Ranuara, S.Pd., S.Sn., M.Si., M.Ag. The result of this study shows that daun girang serves both aesthetic and cultural functions as a costume element and a marker of Balinese dance tradition. Associated with the word girang (happy or cheerful), it symbolizes joy, enthusiasm, and self-confidence. Its continued use reflects the ongoing transmission of cultural values across generations.
Copyrights © 2026