Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi mineralisasi emas epitermal sulfidasi rendah di daerah Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, melalui integrasi pemetaan geologi permukaan, kajian alterasi hidrotermal, dan survei geokimia sedimen sungai menggunakan metode Bulk Leach Extractable Gold (BLEG). Daerah penelitian tersusun atas satuan andesit, breksi, dan basalt yang dipengaruhi oleh struktur geologi berupa sesar, serta menunjukkan perkembangan alterasi argilik dan propilitik yang umum pada sistem epitermal. Analisis geokimia terhadap tujuh sampel sedimen sungai menunjukkan kadar Au berkisar antara 0,2 hingga 8,2 ppb, dengan nilai rata-rata 1,9 ppb dan indikasi anomali lemah hingga menengah pada beberapa lokasi. Keberadaan anomali tersebut mengindikasikan kontribusi sumber emas primer yang belum tersingkap, kemungkinan berkaitan dengan sistem urat kuarsa atau zona alterasi hidrotermal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daerah Muara Sahung cukup prospektif dan layak untuk ditindaklanjuti melalui kegiatan eksplorasi lanjutan yang lebih detail.
Copyrights © 2026