Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri di Indonesia dan berdampak pada status gizi serta kesehatan reproduksi. Salah satu faktor risiko utamanya adalah pola makan tidak sehat, khususnya kebiasaan melewatkan sarapan dan tingginya konsumsi junk food yang menyebabkan rendahnya asupan zat besi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya sarapan bergizi dan pengurangan konsumsi junk food sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan dilaksanakan pada 60 siswi kelas VII melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, dan kuis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56,4 meningkat menjadi 82,1 pada post-test dan 85% peserta mengalami peningkatan skor. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pencegahan anemia defisiensi besi dan mendorong perilaku makan yang lebih sehat.
Copyrights © 2026