Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya mutu pendidikan di wilayah 3T, khususnya di Kecamatan Singkup, Kalimantan Barat, yang disebabkan oleh rapuhnya ekosistem pendidikan dan degradasi mentalitas para pendidik. Berdasarkan observasi, permasalahan utama terletak pada ketidaksinergian empat elemen Pendidikan manusia, lingkungan fisik, kurikulum, dan teknologi serta hilangnya penghargaan dan motivasi guru yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Tujuan pengabdian ini adalah memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah melalui pendekatan manajemen dan kepemimpinan kelas untuk mendorong deep learning dan pendidikan multikultural, serta menumbuhkan kembali mentalitas berdampak sebagai fondasi perubahan pendidikan dari akar rumput. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan refleksi terbimbing, yang dilaksanakan pada 8–9 April 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Singkup dan diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop berhasil membangkitkan kesadaran kolektif peserta akan pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan, mendorong refleksi kritis terhadap praktik mengajar, serta membangun komitmen nyata untuk menyinergikan elemen ekosistem pendidikan dalam pembelajaran kontekstual. Implikasi dari pengabdian ini adalah perlunya penguatan berkelanjutan terhadap mentalitas pendidik dan kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang terintegrasi, serta pentingnya kebijakan yang berpihak pada guru di daerah terpencil guna mewujudkan pendidikan yang berdampak dan berkeadilan.
Copyrights © 2026