Kemiskinan masih menjadi tantangan utama dalam proses pembangunan ekonomi di berbagai negara berkembang meskipun pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan. Ketimpangan sosial, rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, serta lemahnya pemerataan pembangunan menjadi faktor yang memperlambat upaya pengentasan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pembangunan ekonomi serta efektivitas kebijakan pengentasan kemiskinan di negara berkembang melalui pendekatan studi literatur kritis. Hasil analisis ini menemukan fakta bahwa keberhasilan pembangunan saat ini tidak lagi hanya diukur melalui indikator pertumbuhan ekonomi konvensional seperti Produk Domestik Bruto (PDB) semata, melainkan harus mencakup dimensi keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan aspek pemerataan pendapatan yang nyata. Oleh karena itu, studi ini menyoroti urgensi penerapan pendekatan multi-sektor yang bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Intervensi yang terbukti signifikan secara empiris meliputi investasi masif pada infrastruktur ekonomi dan sosial, peningkatan kualitas modal manusia melalui akses pendidikan tinggi, serta penguatan program ketahanan pangan guna mengatasi kerentanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi pengentasan kemiskinan yang efektif harus mampu menyentuh akar permasalahan struktural seperti rendahnya tingkat literasi dan terbatasnya lapangan kerja, serta menjamin implementasi kebijakan yang tepat sasaran dan komprehensif. Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan ekonomi jangka panjang memerlukan integrasi aspek budaya, sosial, dan penguatan kelembagaan yang holistik. Sinergi serta kerja sama erat antara pemerintah, sektor swasta, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang menyeluruh, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2026