Abstract. Employee performance is a strategic factor in determining organizational success, especially in the Islamic banking sector, which requires high professionalism and competence. To improve performance, organizations must optimize job training and career development in a planned and sustainable manner. Job training improves employees’ abilities in performing their duties, while career development provides clear career paths and opportunities for growth. This study aims to analyze the effect of job training and career development on employee performance at the BJB Syariah Head Office in Bandung. A quantitative approach with descriptive and verificative methods was used. The population consisted of all employees, with 83 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using multiple linear regression, t-test, F-test, and the coefficient of determination with IBM SPSS Statistics 26. The results showed that job training and career development had a positive and significant effect on employee performance, both partially and simultaneously. The R Square value of 0.458 indicated that these variables contributed 45.8% to employee performance, while the remainder was influenced by other factors outside the study. Abstrak. Kinerja karyawan merupakan faktor strategis dalam menentukan keberhasilan organisasi, khususnya pada sektor perbankan syariah yang menuntut profesionalisme dan kompetensi tinggi. Untuk meningkatkan kinerja, organisasi perlu mengoptimalkan pelatihan kerja dan pengembangan karir secara terencana dan berkelanjutan. Pelatihan kerja berfungsi meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas, sedangkan pengembangan karir memberikan kejelasan jenjang serta peluang peningkatan kapasitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan Kantor Pusat BJB Syariah Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan, dengan sampel sebanyak 83 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistic 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai R Square sebesar 0,458 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 45,8% terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Copyrights © 2026