Ilustrasi dalam ranah humanitarian art memiliki peran strategis dalam menumbuhkan empati terhadap individu yang terdampak konflik, krisis kemanusiaan, maupun ketidakadilan sosial. Media visual ini memungkinkan penyampaian pengalaman emosional yang sering kali sulit diungkapkan melalui bahasa verbal. Namun, kompleksitas elemen visual seperti detail bentuk, warna, dan simbol dapat memengaruhi keterbacaan emosi apabila tidak terorganisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompleksitas visual dalam ilustrasi bertema kemanusiaan terhadap keterbacaan emosi dan pembentukan empati, serta merumuskan landasan perancangan visual yang aplikatif dalam Desain Komunikasi Visual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis visual dengan kerangka teori Gestalt, meliputi prinsip figure–ground, proximity, similarity, continuity, dan closure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleksitas visual yang tidak terstruktur cenderung mengaburkan ekspresi emosional. Sebaliknya, penerapan prinsip Gestalt mampu membentuk hierarki visual yang lebih jelas, sehingga emosi seperti kesedihan, ketakutan, dan harapan lebih mudah dipersepsi. Penyederhanaan elemen, pengelolaan warna, serta komposisi yang terarah berperan dalam menegaskan fokus visual dan memperkuat relasi emosional dengan audiens. Temuan ini menegaskan pentingnya perancangan ilustrasi humanitarian art yang mampu menyeimbangkan kedalaman makna dengan kejelasan emosi, sehingga tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga efektif dalam membangun empati dan mendorong kesadaran sosial.
Copyrights © 2026