Produktivitas usaha ayam petelur pada UMKM di Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang masih menghadapi berbagai kendala, seperti kondisi kandang yang belum optimal, pengendalian suhu dan kelembapan yang kurang stabil, tingginya risiko penyakit, serta rendahnya pemanfaatan teknologi dalam manajemen peternakan. Kondisi tersebut menyebabkan produktivitas telur belum maksimal dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan inovasi Kandang Komputer Resisten (Komposten) sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur dan memperkuat daya saing UMKM peternakan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi teknologi, pelatihan pengoperasian Komposten, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi terhadap penerapan sistem. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan pengetahuan peternak, kondisi kandang, kesehatan ayam, dan produktivitas telur sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil implementasi Komposten mampu menciptakan lingkungan kandang yang lebih stabil melalui pengelolaan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang lebih baik. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengoperasikan teknologi, penurunan angka kematian ayam, perbaikan kondisi kesehatan ternak, serta peningkatan produktivitas telur. Selain memberikan dampak teknis, penerapan teknologi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha dan mendorong peternak untuk menerapkan manajemen peternakan berbasis teknologi. Dapat disimpulkan bahwa inovasi Kandang Komputer Resisten (Komposten) terbukti menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas ayam petelur sekaligus memperkuat kapasitas UMKM peternakan di Desa Pandanrejo. Model pendampingan berbasis inovasi teknologi ini berpotensi direplikasi pada wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan peternak, serta pengembangan peternakan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026