Bacillus cereus merupakan salah satu patogen pangan utama yang sering dikaitkan dengan produk berbasis nasi akibat penyimpanan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kencur (Kaempferia galanga) terhadap isolat lokal B. cereus serta menganalisis respons pertumbuhan bakteri pada berbagai kondisi suhu. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar, sedangkan pertumbuhan bakteri diamati pada suhu 4°C, 25°C, dan 37°C selama periode inkubasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kencur memiliki aktivitas antibakteri yang sangat rendah, ditandai dengan tidak terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 30% dan 60%, serta hanya menghasilkan hambatan yang sangat kecil pada konsentrasi 90% (0,25 ± 0,13 mm), jauh lebih rendah dibandingkan kontrol positif ciprofloxacin. Analisis pertumbuhan menunjukkan bahwa B. cereus tumbuh optimal pada suhu 25°C dan 37°C, sedangkan penyimpanan pada suhu 4°C mampu menurunkan populasi bakteri, namun tidak sepenuhnya mengeliminasi pertumbuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kencur dalam bentuk kasar belum efektif sebagai agen antibakteri tunggal terhadap B. cereus. Namun demikian, pengendalian suhu rendah berperan penting dalam menekan pertumbuhan bakteri. Kombinasi penggunaan senyawa antimikroba alami dan pengendalian suhu berpotensi menjadi strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan keamanan mikrobiologis pangan berbasis nasi.
Copyrights © 2026