Bata Ilyas Journal of Accounting
Vol 7, No 2 (2026)

Analisis Geopolitik Selat Hormuz Pada Kenaikan Harga Obat dan Implikasi Produktivitas Kerja SDM Rumah Sakit

Nurhaeni Sikki (Universitas Sangga Buana YPKP Bandung)
Inggrid Dwi Anggraeni (Sangga Buana University)
Abtalia Erce Totononu (Sangga Buana University)
Puput Putri Maulana (Sangga Buana University)
Kevin Stevano Roring (Sangga Buana University)
Farida Irma Pakpahan (Sangga Buana University)



Article Info

Publish Date
07 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara disrupsi geopolitik di Selat Hormuz dengan kenaikan harga obat serta implikasinya terhadap produktivitas kerja SDM rumah sakit. Sektor ekonomi dunia masih mengandalkan energi fosil berupa minyak untuk melakukan kegiatan ekonomi dan logistik. Pemblokadean selat hormuz yang disebabkan konflik antara Iran-Israel-Amerika menimbulkan terganggunya jalur distribusi logistik dan minyak yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia. Hal ini berujung pada meningkatnya biaya operasional produksi berbagai barang dan jasa terutama pada obat obatan medis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Systematic Literature Review. Hasil menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok global memicu inflasi biaya farmasi yang berdampak pada kebijakan efisiensi rumah sakit, terutama pada sektor SDM. seperti rasionalisasi beban kerja, pemotongan insentif, hingga penundaan pengadaan alat pelindung diri (APD) atau obat esensial. Secara psikologis dan profesional, kondisi ini terbukti menurunkan motivasi kerja, menghambat efikasi diri, dan meningkatkan risiko burnout yang akut pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi MSDM adaptif untuk menjaga produktivitas kerja. This study aims to analyze the relationship between geopolitical disruptions in the Strait of Hormuz and rising drug prices and their impact on the productivity of hospital human resources. The global economic sector still relies on fossil fuels in the form of oil for economic and logistical activities. The blockade of the Strait of Hormuz caused by the conflict between Iran, Israel, and the United States disrupted logistics and oil distribution channels, leading to an increase in global oil prices. This culminated in increased operational costs for the production of various goods and services, especially medical drugs. The study used a qualitative approach through the Systematic Literature Review method. The results show that global supply chain disruptions trigger pharmaceutical cost inflation, which impacts the efficiency of hospital policies, particularly in the HR sector, such as workload rationalization, incentive cuts, and delays in the procurement of personal protective equipment (PPE) or essential medicines. Psychologically and professionally, this condition has been shown to reduce work motivation, hinder self-efficacy, and increase the risk of acute burnout in healthcare workers. Therefore, adaptive HR strategies are needed to maintain work productivity. Kata Kunci: Geopolitik, Selat Hormuz, Harga Obat, Rantai Pasok Global, Manajemen Sumber Daya Manusia, Produktivitas Kerja, Rumah Sakit.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

bijak

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Bijac adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian original pada bidang akuntansi secara holistik. Bijac berkomitmen untuk menerbitkan karya-karya ilmiah berkualitas tinggi di bidang akuntansi dan bidang lain yang terkait yang menggunakan alat analisis dari disiplin ilmu dasar seperti ...