Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Anemia yang terjadi di masa kehamilan masih menjadi pokok permasalahan global yang umum terjadi di dunia diantaranya Asia termasuk di Indonesia. Menurut WHO tahun 2020, prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia mengalami penurunan sebanyak 4,5% selama 19 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Sampel berjumlah 91 orang dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Maret 2025. Hasil uji Chi-square menunjukan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan anemia pada ibu hamil adalah pola konsumsi makanan (p-value=0,003; C=0,325), status gizi (p-value=0,000; C=0,394), pengetahuan ibu (p-value=0,006; C=0,295) dan kepatuhan ibu (p-value=0,010; C=0,280). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan signifikan adalah keluhan sakit (p-value=0,092; C=0,196). Bagi ibu hamil diharapkan rutin melakukan pemeriksaan Hb secara teratur selama kehamilan, rutin mengonsumsi pola makan yang cukup dan seimbang seperti zat besi, sumber heme dan non heme, asam folat, dan vitamin B12, serta patuh dalam mengonsumsi tablet Fe yang diberikan dari puskesmas.Kata Kunci: Anemia; Ibu Hamil; Faktor Risiko
Copyrights © 2026