Industri kuliner di tingkat UMKM, terutama pada usaha kafe berkonsep homey seperti Cafe Dapoer Oma di Kisaran, memiliki masalah terhadap inovasi menu dan kecepatan layanan. Penentuan menu unggulan saat ini masih bersifat subjektif tanpa landasan data yang kuantitatif, hal ini berisiko pada inefisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang tujuannya guna menentukan menu unggulan yang paling optimal untuk mendukung strategi manajerial kafe. Pendekatan kuantitatif menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang digunakan dalam lima menu alternatif (Roti Manthao Srikaya, Tahu Tobrut, Ayam Penyet, Pandan Latte, dan Hazelnut Latte) dengan empat kriteria yaitu: Total Penjualan ( Benefit ), Keuntungan ( Benefit ), Kecepatan Saji ( Cost ), dan Popularitas ( Benefit ). Algoritma SAW menampilkan hasil Pandan Latte meraih nilai preferensi akhir tertinggi (0.906), diikuti Ayam Penyet (0.840), Hazelnut Latte (0.752), Roti Manthao (0.683), dan Tahu Tobrut (0.524). Metode SAW efektif merekomendasikan Pandan Latte sebagai menu unggulan yang menunjukkan efisiensi waktu penyajiannya. Sistem ini berdampak positif membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis dalam mempromosikan keberlanjutan serta alokasi sumber daya operasional.
Copyrights © 2026