Partisipasi suami sebagai akseptor Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih rendah meskipun keterlibatan laki-laki berperan penting dalam mewujudkan pembagian tanggung jawab reproduksi yang setara dan meningkatkan keberhasilan program KB. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menilai, dan menyintesis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi suami sebagai akseptor KB di Indonesia menggunakan pendekatan Systematic literature review (SLR) dan Fishbone Diagram. Kajian disusun mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran literatur melalui PubMed, Google Scholar, Garuda, SINTA, UI Scholars Hub, serta sumber resmi BKKBN, WHO, dan DHS Program. Literatur yang disertakan merupakan publikasi tahun 2015–2026 yang membahas partisipasi pria dalam KB, kontrasepsi pria, komunikasi pasangan, dan faktor sosial budaya. Dari 408 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 28 literatur memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya partisipasi suami dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori, yaitu faktor individu, metode kontrasepsi, pelayanan dan sumber daya, lingkungan sosial, kebijakan dan program, serta sosial budaya dan agama. Hambatan utama meliputi rendahnya pengetahuan, miskonsepsi mengenai vasektomi dan kondom, terbatasnya komunikasi pasangan, layanan KB yang belum ramah laki-laki, minimnya media edukasi, serta dominasi sasaran program pada perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi suami memerlukan pendekatan multidimensional melalui edukasi berbasis pasangan, penguatan konseling ramah pria, pelibatan tokoh masyarakat dan agama, serta kebijakan keluarga berencana yang lebih inklusif gender.
Copyrights © 2026