Pelayanan kefarmasian menjadi salah satu komponen esensial dalam  penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang menerapkan pendekatan berorientasi pada pasien. Kajian ini bertujuan buat mengevaluasi koneksi antara mutu pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berlandaskan pedoman PRISMA 2020. Literatur yang menjadi sumber kajian diperoleh melalui empat basis data, yaitu Google Scholar, Pubmed, Scopus, dan Garuda, dengan cakupan artikel yang terbit pada tahun 2019-2024. Dari 248 artikel yang diperoleh, sebanyak 8 artikel memenuhi kriteria inklusi dan penilaian mutu pelayanan dilakukan mengaplikasikan kerangka SERVQUAL yang terdiri atas lima dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Merujuk pada hasil analisis dari berbagai riset yang dikaji, mutu pelayanan kefarmasian diketahui punya koneksi yang positif yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dimensi yang paling berkontribusi meliputi kecepatan pelayanan, keramahan tenaga kefarmasian, ketersediaan obat, serta kualitas pemberian informasi obat. Berlandaskan temuan yang diperoleh, tingkat kepuasan pasien pada berbagai penelitian berada dalam kisaran antara 74,7% hingga 91,19%. Peningkatan mutu pelayanan, khususnya pada dimensi responsiveness dan assurance, ialah aspek yang paling menentukan  dalam mengoptimalkan kepuasan pasien di instalasi farmasi rumah sakit.
Copyrights © 2026