Program Rujuk Balik (PRB) merupakan bagian dari pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi pasien penyakit kronis dengan kondisi stabil agar memperoleh pelayanan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Implementasi PRB di Puskesmas Titi Papan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, pengambilan obat melalui apotek jejaring, dan gangguan sistem informasi pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PRB pada peserta JKN di Puskesmas Titi Papan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari kepala puskesmas, dokter umum, tenaga kefarmasian, dan pasien PRB. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PRB telah mengikuti prosedur sesuai ketentuan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, penerbitan resep, hingga pengambilan obat di apotek jejaring. Pengendalian program dilakukan melalui monitoring berkala dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Namun, jumlah tenaga kesehatan masih belum memadai karena pelayanan sembilan penyakit kronis hanya ditangani oleh satu dokter umum. Fasilitas pelayanan dinilai cukup memadai, meskipun sistem komputer sering mengalami gangguan. Ketersediaan obat PRB belum sepenuhnya optimal karena masih terjadi keterlambatan dan kekosongan beberapa jenis obat. Disimpulkan bahwa implementasi PRB di Puskesmas Titi Papan telah berjalan cukup baik, tetapi diperlukan penambahan tenaga kesehatan, penguatan sistem informasi, dan peningkatan koordinasi dengan BPJS serta apotek jejaring agar pelayanan lebih efektif dan berkesinambungan.
Copyrights © 2026