Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Sumatera Barat dengan memperhitungkan pengaruh spasial antarwilayah. Regresi spasial digunakan sebagai metode utama melalui model Spatial Autoregressive (SAR) dan matriks pembobot K-Nearest Neighbor (K-NN), berdasarkan data sekunder yang disediakan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang mencakup 19 kabupaten/kota. Variabel yang diteliti meliputi TPAK, PDRB, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Umur Harapan Hidup (UHH), dan Kepadatan Penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa model SAR lebih sesuai daripada model OLS memiliki nilai dan . Secara parsial, variabel TPAK signifikan memiliki pengaruh negatif terhadap TPT, sedangkan PDRB signifikan memiliki pengaruh positif. Nilai koefisien spasial sebesar menunjukkan adanya pengaruh spasial negatif antarwilayah, yang berarti wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi dapat menekan pengangguran di wilayah sekitarnya melalui redistribusi tenaga kerja. Temuan ini menegaskan bahwa TPT di Sumatera Barat tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik internal wilayah, tetapi juga oleh interaksi spasial antarwilayah. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat berperan sebagai pertimbangan pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih efektif dan berbasis wilayah.
Copyrights © 2026