Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih dihadapi Indonesia saat ini. Salah satu upaya dalam percepatan penurunan stunting yang dilakukan pemerintah yaitu melalui pendekatan keluarga berisiko stunting (KRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan KRS. Metode yang digunakan yaitu metode Subtractive Fuzzy C-Means dengan 8 variabel penelitian diperoleh dari data KRS yang terdiri dari keluarga sasaran dan faktor risiko. Hasil analisis menggunakan metode Subtractive Fuzzy C-Means dengan jari-jari 0.5 menghasilkan 2 klaster. Klaster pertama terdiri dari 35 provinsi dengan jumlah keluarga berisiko stunting yang relatif rendah dibandingkan klaster 2 dengan jumlah keluarga berisiko stunting tinggi sehingga memerlukan perhatian lebih dan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko stunting.
Copyrights © 2026