Penelitian ini membahas komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto dalam mengartikulasikan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif melalui media online. Di tengah dinamika geopolitik global seperti rivalitas antara NATO dan BRICS serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah, media digital menjadi sarana strategis dalam membentuk narasi politik luar negeri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji konstruksi makna simbolik dalam komunikasi digital Prabowo, memahami posisi Indonesia dalam isu-isu global, serta menganalisis proses interaksi simbolik antara aktor politik nasional dengan aktor global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori interaksi simbolik sebagai kerangka analisis. Data diperoleh melalui akun media sosial resmi Presiden Prabowo, laporan media, literatur akademik, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Prabowo mampu mentransformasikan prinsip bebas aktif menjadi diplomasi simbolik yang selaras dengan posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah dalam tatanan dunia multipolar. Komunikasi digital yang digunakan memperkuat resonansi emosional, legitimasi publik, dan citra kepemimpinan yang adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi politik dalam hubungan internasional, khususnya dalam melihat media online sebagai ruang pembentukan makna politik dan legitimasi di era digital.
Copyrights © 2025