Penelitian ini mengkaji potensi zakat sebagai instrumen redistribusi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Dimensions dengan rentang publikasi 2016–2025, menggunakan kata kunci “Zakat” AND “Economic Growth”, dan dianalisis menggunakan VOSviewer dengan metode bibliographic coupling. Hasil penelitian menunjukkan tren meningkatnya perhatian akademisi terhadap hubungan zakat dan pertumbuhan ekonomi. Data pengumpulan zakat di Indonesia meningkat dari Rp22 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp32 triliun pada tahun 2023, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat. Analisis bibliographic coupling mengidentifikasi tiga klaster utama: analisis empiris dampak zakat terhadap pertumbuhan ekonomi, kerangka konseptual hubungan zakat dan pertumbuhan, serta inovasi pengelolaan zakat dan implikasinya terhadap pembangunan sosial-ekonomi. Malaysia dan Indonesia menjadi pusat penelitian dengan kontribusi terbesar dalam publikasi ilmiah terkait topik ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan daya beli mustahik dan stimulasi permintaan agregat berbasis kesejahteraan. Penelitian ini memberikan peta jalan penelitian bagi kajian zakat dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Copyrights © 2026